Ruang Pemberdayaan Kita Semua
default-logo

Sejarah Perkembangan Sosiologi

Sosiologi lahir dari ketidakteraturan sosial, yang memancing ilmuan sosial untuk meneliti dan mempelajari berbagai permasalahan sosial sehingga menghasilkan teori-teori ilmu sosial.

Pada awal perkembangan sosiologi, keberadaan masyarakat dianggap sebagai sesuatu yang terbentuk begitu saja. Para pemikir Yunani Kuno seperti Sokrates, Plato, dan Aristoteles menganut kepercayaan tersebut hingga muncul para pemikir pada abad pertengahan (abad V sampai dengan abad XIV) seperti Ibnu Sina dan Thomas Aquisena yang berpikiran bahwa perkembangan sebuah masyarat laksana sebuah takdir, yang perkembangan dan kemundurannya tidak ada yang bisa mencegah, dan menemukan alasan rasional dari perkembangan masyarakat tersebut.

Tahap pekembangan sosiologi selanjutnya adalah masa pada abad pencerahan (abad XVII), yaitu suatu masa dimana para pemikir modern mulai tumbuh dan mengemukakan segala sesuatu tentang masyarakat tidak sebagai sebuah takdir semata, namun dapat dijelaskan dengan alasan yang rasional. Untuk menemukan alasan yang rasional ini kemudian digunakan sebuah metode ilmiah untuk menterjemahkan fenomena dalam masyarakat. Pada abad pencerahan inilah, kelahiran sosiologi mulai dirintis.

Tahap perkembangan sosiologi selanjutnya memasuki babak baru, yaitu babak dimana tengah mengalami revolusi pada abad ke XVIII. Revolusi sosial diartikan adanya perubahan yang cepat atau beberapa kali lebih cepat dari perubahan yang biasanya terjadi pada abad-abad sebelumnya, yang perubahannya disertai dengan perubahan struktur/ tatanan masyarakat. Ketiga revolusi yang berpengaruh hingga berbagai belahan penjuru dunia adalah Revolusi Industri dan Revolusi prancis.

Revolusi industri di Inggris merupakan perubahan besar yang disebabkan karena mulai ditemukannya mesin-mesin industry yang merubah fungsi manusia sebagai tenaga kerja digantikan oleh mesin-mesin. Dengan ditemukannya mesin untuk kepentingan industri menyebabkan tenaga kerja manusia menjadi tidak laku, karena pemilik modal/ kapitalis/ pemilik perusahaan akan lebih mengutamakan penggunaan mesin untuk menghemat biaya produksi. Kondisi ini menyebabkan pemilik modal semakin kaya sementara kaum buruh kehilangan mata pencahariannya. Ketimpangan ini menjadi daya tarik bagi para pemikir untuk mencari solusi dari permasalahan tersebut.

Revolusi Prancis merupakan revolusi yang terjadi karena adanya ketimpangan sosial antara kehidupan raja dan bangsawan dengan kehidupan rakyatnya di Prancis. Raja Louis XIV pada saat itu dianggap semena-mena terhadap rakyatnya karena memungut pajak yang besar kepada rakyat sementara rakyat dalam keadaan hidup susah. Rakyat yang menentang secara politik kepada pemerintahan raja maka dimasukan ke dalal penjara bastille. Kondisi seperti ini membuat rakyat melakukan pemberontakan besar-besaran, dan menuntut sistem kerajaan yang diktator, berubah menjadi negara republik demokrasi.

  1. Laeyendecker (dalam Soenarto, 2000:1) mengaitkan kelahiran sosiologi dengan serangkaian perubahan sosial yang terjadi di Eropa Barat pada Abad Pertengahan. Laeyendecker juga menyebutkan dua revolusi yang terjadi pada pada abad ke-18 yaitu revolusi Industri dan Revolusi Perancis. Proses perubahan yang teridentifikasi oleh Laeyendecker meliputi:
  2. Tumbuhnya kapitalisme pada akhir abad ke-15
  3. Perubahan pada bidang sosial dan politik
  4. Perubahan terkait dengan reformasi Martin Luther
  5. Meningkatnya individualisme
  6. Lahirnya ilmu pengetahuan modern
  7. Berkembangnya kepercayaan pada diri sendiri

Ritzer juga menjabarkan kekuatan sosial yang menjadi penyebab berkembangnya sosiologi sebagai berikut:

  1. Revolusi politik
  2. Revolusi industri dan munculnya kapitalisme
  3. Munculnya sosialisme
  4. Urbanisasi
  5. Perubahan keagamaan
  6. Pertumbuhan ilmu

Berdasarkan urian di atas dapat disimpulkan bahwa kelahiran sosiologi tidak terlepas dari keprihatinan pemikir sosiologi dalam menyikapi carut marut dalam masalah sosial yang pernah terjadi. Pemikiran merupakan buah dari olah pikir rasional yang mengantarkan manusia tidak sekedar tunduk pada apa yang terjadi dalam kehidupan, namun juga mencari solusi terbaik agar tetap survive dalam menjalani kehidupan di dunia. Kesadaran kolektif manusia yang seperti ini yang mendorong perkembangan sosiologi begitu pesat.

About the Author