Ruang Pemberdayaan Kita Semua
default-logo

Pengertian sosiologi

Secara etimologi sosiologi, berasal dari bahasa latin yaitu, socious dan logos . Socious memiliki makna teman dan logos berarti berbicara. Jadi, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari proses pertemanan dalam masyarakat. Pertemanan diartikan sebagai sebuah hubungan antara individu yang satu dengan individu yang lain untuk memperoleh kesepakatan yang mengikat warga masyarakat dalam kebersamaan. Sebelum lebih jauh membahasa tentang sosiologi sangat diperlukan pendefinisian kata individu, hal ini karena penggunaan kata individu akan menjadi bahasan tidak terpisahkan sampai akhir pembahasan dalam buku ini. Worang (1983:18)  menjelaskan bahwa individu berasal dari kata latin “individum” yaitu sesuatu yang tidak dapat dibagi lagi, yang memiliki kesamaan arti dengan atom, berasal dari Yunani yaitu sebagai kesatuan terkecil yang tidak dapat dibagi atau dipecah lagi. Dalam sosiologi, kata individu dimaknai sebagai manusia perseorangan.

Dalam kalimat yang lebih singkat, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari masyarakat. Istilah kata sosiologi pertama kali diperkenalkan oleh Auguste Comte, atau yang dikenal dengan sebutan Comte melalui bukunya Course de Pholosophie Positive. Melalui karyanya tersebut Comte ingin menunjukkan bahwa sosiologi sosiologi sebagai sebuah ilmu pengetahuan harus didukung oleh data empiris. Pemahaman ini yang kemudian oleh Comte disebut ajaran positif, artinya, sosiologi sebagai ilmu pengetahuan harus didukung dengan data dan fakta dalam mendeskripsikan suatu kehidupan sosial.

Meskipun Comte tidak pernah mengatakan bahwa dirinya adalah seorang sosiolog, namun karena perhatian lebih yang dicurahkan dalam perkembangan ilmu sosiologi maka Comte mendapat julukan sebagai Bapak Sosiologi Dunia. Comte menjadi tokoh penting dalam perkembangan sosiologi dengan berpegang teguh bahwa sosiologi harus menjadi studi sistematis, artinya sosiologi mengkaji fenomena sosial dengan menggunakan kerangka berpikir. Dalam Basrowi (2005:9) disebutkan bahwa sosiologi sebagai ilmu tentang masyarakat. Sosiologi merupakan ilmu yang berupaya memahami kehidupan bersama manusia dengan peninjauan dengan metode yang bersifat empiris.

Soerjono Soekanto mempersingkat definisi sosiologi sebagai ilmu sosial yang kategoris, murni, abstrak,  dan berusaha mencari pengertian-pengertian umum, rasional, empiris, serta bersifat umum (Basrowi, 2005:11). Sementara itu dalam Soekanto (1990:19) disebutkan beberapa definisi sosiologi menurut bebrapa tokoh:

  1. Pitirim Sorokin. Menurut Sorokin.

Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik beragam gejala sosial. Misalnya gejala ekonomi dengan agama, hukum dengan ekonomi, masyarakat dengan politik dan lain sebagainya. Sosiologi merupakan ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara gejala sosial dengan non sosial (misalnya gejala geografis, biologis dan lain sebagainya. Sosiologi juga mempelajari ciri-ciri umum gejala sosial.

  1. William F. Ougburn dan Meyer F. Nimkoff.

Sosiologi merupakan penelitian secara ilmiah terhadap interaksi sosial dengan hasilnya adalah organisasi sosial.

  1. A.A. van Doorn dan C.J. Lammers.

Sosiologi adalah ilmu pengetehuan tentang struktur sosial dan proses kemasyarakatan yang bersifat stabil.

Roucek dan Warren (1984:3) menjelaskan bahwa sosiologi merupakan kajian mengenai manusia dalam hubungan dengan kelompok. Oleh karena itulah, sosiologi mengkaji hubungan saling tindakan di dalam dan di antara kelompok manusia.

Sementara itu, Selo Soemardjan (1993:27) mengemukakan bahwa sosiologi merupakan suatu cabang dari ilmu-ilmu sosial yang sasaran dan perhatiannya adalah masyarakat manusia dalam segala aspek. Bersama rekannya Soelaeman Soemardi Sosiologi diartikansebagai ilmu masyarakat yang mempelajari struktur dan proses-proses sosial, termasuk perubahan sosial.

McGee, 1977 (dalam Basrowi, 2005:9) menjelaskan mengenai konsep sosiologi sebagai berikut:

  1. Sosiologi sebagai studi tentang kelompok-kelompok manusaia dan pengaruh mereka terhadap perilaku individu.
  2. Sosiologi sebagai studi tentang tatanan sosial dan perubahan sosial.
  3. Sosiologi sebagai pencarian sebab-sebab sosial dari hal-hal, cara-cara di mana fenomena sosial mempengaruhi perilaku manusia.

Shadilly (1984:1) menjelaskan bahwa sosiologi merupakan ilmu yang mempelajari kehidupan bersama dalam masyarakat dan menyelidiki ikatan-ikatan antarmanusia yang menguasai kehidupan itu. Shadilly menekankan bahwa untuk menganalisa cara bergaul manusia maka perlu untuk mempelajari sifat-sifat biologis manusia seperti perasaan lapar, sakit, takut, kebutuhan akan seks yang tentunya diatur dengan peradaban masyarakatnya.

Lebih lanjut Shadily menjelaskan bahwa dalam mempelajari manusia, tidak bisa dilepaskan dari masyarakatnya dengan kepemilikan ikatan adat, kebiasaan, kepercayaan atau agama, tingkah laku serta keseniannya atau yang disebut kebudayaan yang meliputi segala segi kehidupannya.

Dalam kaitannya sebagai ilmu, Shadily (1984:23) menjelaskan pengertian ilmu. Ilmu adalah pengetahuan yang berdasar kenyataan yang sungguh terjadi yaitu yang berisi bukti-bukti keadaan yang nyata berdasarkan pada hasil penyelidikan tidak berdasar pada kepercayaan prasangka atau sangkaan-sangkaan yang hanya didengan dari orang lain saja. Lebih lanjut Shadily menjelaskan bahwa ilmu yang didasarkan pada bukti dan kenyataan memberikan keyakinan dan tidak mudah dibantah sehingga menjadikan tingkah laku menjadi lebih pasti.

Sosiologi mengungkap berbagai kondisi dalam masyarakat sebagai sebuah disiplin ilmu sehingga memperoleh pemahaman yang ilmiah mengapa sebuah realitas sosial tertentu dapat terbentuk dalam masyarakat. Sebagai contoh keteraturan dan ketidakteraturan dalam masyarakat menjadi kajian yang penting dalam sosiologi. Poin keteraturan adalah hal yang baik, sementara ketidakteraturan adalah hal yang buruk bukan menjadi kajian utama yang memunculkan prioritas dalam mengkaji.

About the Author