Ruang Pemberdayaan Kita Semua
default-logo

Masyarakat sebagai Objek Kajian Sosiologi

Kelahiran sosiologi sendiri tidak terlepas dari proses terbentuknya masyarakat. Masyarakat merupakan sekumpulan manusia yang hidup bersama dalam suatu wilayah tertentu, tinggal dalam waktu yang lama, membentuk nilai-nilai dan norma yang disepakati bersama, dan memiliki keterikatan emosional untuk saling melengkapi kekurangan antara manusia yang satu dengan manusia yang lainnya. Pemahaman makna dari masyarakat tidak terlepas dari keterkaitan unsur antar pembentuk masyarakat tersebut.

Dalam Soekanto (1990:24) disebutkan beberapa unsur pembentuk masyarakat:

  1. Manusia yang hidup bersama
  2. Bercampur dalam waktu yang lama
  3. Sadar bahwa mereka merupakan suatu kesatuan
  4. Merupakan suatu sistem hidup bersama.

Pendapat lain diungkapkan beberapa tokoh dalam Syani (1992:14-15) sebagai berikut:

  1. Mac Iver dan Page mengatakan bahwa masyarakat adalah suatu sistem dari kebiasaan dan tata cara, dari wewenang dan kerja sama antara kelompok dan penggolongan, dari pengawasan tingkah laku serta kebebasan-kebebasan manusia. Keseluruhan yang selalu berubah ini kita namakan masyarakat. Masyarakat merupakan jalinan hubungan sosial. Dan masyarakat selalu berubah.
  2. Ralph Linton mengatakan bahwa masyarakat merupakan setiap kelompok manusia yang telah hidup dan bekerja sama cukup lama sehingga mereka dapat mengatur diri mereka dan menganggap diri mereka sebagai suatu kesatuan sosial dengan batas-batas yang dirumuskan dengan jelas.
  3. l. Gillin dan J.P. Gillin mengatakan bahwa masyarakat adalah kelompok manusia yang terbesar dan mempunyai kebiasaan, tradisi, sikap dan perasaan persatuan yang sama.
  4. J. Herskovits mengemukakan bahwa masyarakat adalah kelompok individu yang diorganisasikan dan mengikuti satu cara hidup tertentu.
  5. Selo Soemardjan mengatakan bahwa masyarakat adalah orang yang hidup bersama, yang menghasilkan kebudayaan.

Hassan Shadilly (1984:49) mendefinisikan masyarakat sebagai suatu golongan besar kecil daru beberapa manusia, yang dengan atau sendirinya bertalian secara golongan dan mempunyai pengaruh kebatinan satu sama lain. Sementara itu, Roucek dan Warren (1984:12) mendefinisikan masyarakat sebagai satu kumpulan manusia yang berhubungan secara tetap dan tersusun dalam menjalankan berbagai kegiatan secara kolektif dan merasakan hidup bersama.

Berbicara mengenai masyarakat, maka mengkaji masyarakat itu sendiri tidak akan terlepas dari hubungan antar manusia didalamnya atau yang disebut dengan pola interaksi sosial. Dalam masyarakat sosiologi juga mengkaji mengenai nilai-nilai dan norma dalam masyarakat. Interaksi yang terjadi pada masyarakat tidak terlepas dari pola nilai dan norma yang dianut pada masyarakat tersebut.

Sugiyanto (2002:47) membedakan masyakarat dilihat dari kaitannya dengan keberadaan lembaga sosial. Pertama adalah masyarakat totaliter. Merupakan masyarakat yang menganggap negara sebagai lembaga kemasyarakatan yang pokok yang membawahi lembaga-lembaga lain seperti lembaga pendidikan, lembaga ekonomi, dan lembaga keluarga. Contohnya adalah negara Rusia.

Kedua adalah masyarakat homogen dan tradisional. Merupakan suatu masyarakat yang menganggap lembaga kemasyarakatan yang satu dengan yang lainnya merupakan suatu konfigurasi. Dicontohkan oleh Sugiyanto bahwa terciptanya suatu desa swasembada karena dukungan dari berbagai komponen kelembagaan.

Ketiga adalah masyarakat komplek atau terbuka. Pada masyarakat jenis ini beranggapan dan percaya bahwa terjadinya perubahan sosial dan budaya dianggap sebagai suatu sarana untuk merubah norma dalam rangka pemenuhan kebutuhan.

Dalam mempelajari masyarakat konsekwensi dari hubungan antar manusia juga menjadi pokok kajian penting seperti konflik dan integrasi, penyimpangan sosial, pengendalian sosial, lembaga sosial dan perubahan sosial. Masyarakat merupakan bangunan sosial yang komplek, untuk menjadi kajian dalam masyarakat. Konsentrasi sosiologi dalam mengkaji suatu masyarakat tidak sekedar mempelajari suatu pola hubungan manusia yang satu dengan yang lain, namun juga konsekwensi sosial yang muncul dari sebuah pola hubungan manusia dalam sebuah masyarakat.

Dalam sosiologi masyarakat dipandang sebagai suatu sistem. Dalam Narwoko (2004:123) sistem berasal dari bahasa Yunani, yaitu systema artinya sehimpunan dari sebagian atau komponen yang saling berhubungan satu sama lain secara teratur dan merupakan suatu keseluruhan. Masyarakat dipandang sebagai suatu sistem karena selain menunjuk pada satuan masyarakat yang besar seperti masyarakat desa, masyarakat kota, atau masyarakat Indonesia, juga menunjuk pada satuan masyarakat yang kecil. Misalnya keluarga, sekolah, pabrik dan lainnya. Artinya kehidupan tersebut harus dipandang sebagai sebuah sistem. Dengan kata lain sebuah sistem sosial merupakan pola interaksi yang terdiri dari komponen-komponen yang teratur dan melembaga.

Loading …

About the Author